Tim Wasev PJO TMMD Kunjungi Gumelem Kulon Apresiasi Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Banjarnegara - Suasana berbeda terasa di Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Minggu (09/8). Di tengah kesibukan Satgas dan masyarakat menyelesaikan sejumlah sasaran pembangunan, kedatangan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) PJO TMMD Reguler ke-129 TA 2026 menjadi momentum penting untuk melihat langsung hasil kerja bersama TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Senin (10/08/26).
Tim dipimpin Ketua Tim PJO Irut-4/Bin PKBN Itter Itum Itjenad, Kolonel Kav. Budiman Ciptadi, S.A.P., M.Han, didampingi Letda Czi Boby Arista, Pama Sterad, serta Tim PKO Kodam, Pamen Ahli Bidang Ilpengtek dan LH Sahli Pangdam IV/Diponegoro Kolonel Inf. Erwin Ekagita Yuana, S.I.P., M.Si.
Kunjungan tersebut turut didampingi Dandim 0704/Banjarnegara Letkol Inf. Nodelismen Hulu, S.Pd. Tim melihat secara langsung perkembangan pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 yang telah memasuki tahap akhir.
Masyarakat Gumelem Kulon menyambut kedatangan rombongan dengan penuh antusias. Bagi warga, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda pemeriksaan, tetapi juga menjadi bentuk perhatian terhadap pembangunan yang selama beberapa pekan terakhir dikerjakan bersama-sama.
Dalam sambutannya, Bupati Banjarnegara yang diwakili Sekda Kabupaten Banjarnegara Hendro Cahyono, S.E., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya TMMD di Desa Gumelem Kulon.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Tim Wasev dan mengucapkan selamat datang kepada seluruh rombongan. Menurutnya, TMMD menjadi bukti nyata akselerasi pembangunan yang dilakukan TNI di wilayah pedesaan dan pelosok. Pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 berlangsung mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Hingga kunjungan berlangsung, sejumlah sasaran fisik di lapangan telah mendekati penyelesaian.
"Semangat TNI dan masyarakat di lapangan sangat solid. Pembangunan fisik terus dilaksanakan dan dikebut oleh Satgas TMMD bersama masyarakat agar selesai tepat waktu dan nantinya dapat menunjang perekonomian serta akses masyarakat," ujarnya.
Namun, Hendro menegaskan bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari pembangunan fisik. Menurutnya, kegiatan nonfisik juga memiliki peranan penting karena berkaitan dengan pembentukan mental, peningkatan pengetahuan, serta pemberdayaan masyarakat Desa Gumelem Kulon. Program nonfisik dalam pelaksanaan TMMD tersebut telah mencapai 100 persen.
Ia juga menekankan perlunya pembangunan infrastruktur yang melibatkan berbagai sektor. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, masyarakat, dan organisasi perangkat daerah dinilai menjadi kunci agar pembangunan dapat berjalan merata.
"Kami mohon koreksi dan arahan dari Tim Wasev untuk perbaikan dan evaluasi. Hal ini sangat penting bagi kami dan Satgas TMMD untuk menjadi motivasi dalam menyelesaikan sisa waktu pembangunan dengan sebaik-baiknya," lanjutnya.
Tim Wasev TMMD Harus Meninggalkan Manfaat, Setelah sambutan pemerintah daerah, kegiatan dilanjutkan dengan paparan Dandim 0704/Banjarnegara mengenai pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 TA 2026 di Desa Gumelem Kulon.
Tim Wasev kemudian memberikan arahan. Kolonel Kav. Budiman Ciptadi, S.A.P., M.Han, menyampaikan bahwa TMMD bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, TMMD merupakan bentuk nyata peran TNI dalam membantu masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.
"TMMD bukan hanya kegiatan seremonial belaka, tetapi merupakan peran nyata TNI kepada rakyat. Bersama-sama masyarakat kita membangun bangsa," tegasnya.
Ia menjelaskan, setiap pembangunan yang dikerjakan melalui TMMD harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Sasaran fisik berupa jalan dan berbagai infrastruktur diharapkan mampu membuka akses dan mendukung aktivitas warga.
Sementara sasaran nonfisik diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, membangun kesadaran masyarakat, serta mendukung berbagai program unggulan TNI AD dan pemerintah.
Program TMMD, lanjutnya, memang diarahkan pada wilayah pedesaan, termasuk daerah yang membutuhkan dukungan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting. Bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku pembangunan.
"Kepercayaan publik harus terus ditingkatkan. Mari kita bersama-sama memelihara hasil TMMD agar hasilnya bisa dinikmati lebih lama," pesannya.
Kolonel Budiman juga menyampaikan terima kasih kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang selama ini ikut bergotong royong mendukung pelaksanaan TMMD. Jangan Berhenti Setelah TMMD Selesai. Salah satu pesan penting Tim Wasev adalah bagaimana hasil pembangunan tetap terawat setelah Satgas TMMD meninggalkan lokasi.
Karena itu, masyarakat didorong segera membentuk kelompok pemelihara hasil TMMD di tingkat RT/RW. Kelompok tersebut diharapkan menjadi penggerak dalam menjaga jalan, talud, plat beton, Pos Kamling, RTLH, serta berbagai sarana lain yang telah dibangun.
Pemeliharaan menjadi penting karena pembangunan yang telah menghabiskan tenaga, waktu, dan anggaran tersebut harus memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Selain itu, program nonfisik juga diharapkan tidak berhenti setelah TMMD selesai. Pelatihan keterampilan, penyuluhan, dan berbagai program pemberdayaan masyarakat perlu dilanjutkan agar manfaat TMMD terus berkembang.
Pemerintah desa bersama OPD terkait juga diminta menindaklanjuti arahan Tim Wasev, terutama untuk mempercepat penyelesaian sisa pekerjaan dan memastikan seluruh sasaran dapat diselesaikan sesuai target. Kemanunggalan yang Terlihat dari Lapangan Kunjungan Tim Wasev berlangsung lancar dan tertib. Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan.
Di lokasi pembangunan, hubungan antara anggota Satgas dan warga tampak begitu dekat. Mereka bekerja bersama tanpa memandang latar belakang. Ada warga yang mengangkut material, ada yang membantu pekerjaan konstruksi, sementara anggota TNI mengerjakan bagian teknis pembangunan. Kebersamaan itulah yang menjadi salah satu hasil penting dari TMMD.
Progres fisik yang telah memasuki tahap akhir menjadi bukti kerja keras seluruh pihak. Namun, lebih dari itu, TMMD telah mempertemukan TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam satu tujuan: membangun Gumelem Kulon agar lebih maju dan memiliki akses yang lebih baik.
Sejumlah pejabat dan unsur terkait turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kasrem 071/Wijayakusuma Letkol Inf Sapto Broto, S.E.; Kasi Ter Korem 071/Wijayakusuma Letkol (K) CBA R. Roro Harjani R.D.A., S.Sos.; Pabandya Bakti TNI Sterdam IV/Diponegoro Mayor Czi Bangun Prasetyo Itumo; Bati Bakti TNI Sterdam IV/Diponegoro Pelda Yan Setiadi; Sekda Kabupaten Banjarnegara Hendro Cahyono, S.E., M.Si.; Ketua DPRD Kabupaten Banjarnegara Slamet; perwakilan Kapolres Banjarnegara Iptu M.A. Kurniawan; Kepala Dispermades PPKB Banjarnegara Esti Widodo, S.STP., M.Si.; Kepala DPUPR Kabupaten Banjarnegara Isak Daniel Alowys; serta Kepala BPPKAD Kabupaten Banjarnegara Aditya.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan desa membutuhkan kerja bersama lintas sektor. TMMD Reguler ke-129 di Gumelem Kulon kini tinggal menyisakan tahapan akhir. Namun, pesan yang ditinggalkan jauh lebih panjang dari batas waktu program.
Jalan yang dibangun harus dirawat. Sarana yang telah diwujudkan harus dijaga. Program pemberdayaan harus dilanjutkan. Dan semangat gotong royong yang telah tumbuh harus tetap hidup. Sebab pada akhirnya, keberhasilan TMMD bukan hanya ketika seluruh sasaran dinyatakan selesai.
Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika hasil pembangunan terus memberikan manfaat bagi masyarakat, bahkan setelah Satgas TMMD kembali meninggalkan desa.
Semangat itu sejalan dengan tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa”sebuah langkah bersama yang dimulai dari desa, dikerjakan dengan gotong royong, dan diharapkan menjadi jalan menuju kesejahteraan masyarakat.(Pendimbna).
What's Your Reaction?