Mengubah Lahan Tidur Menjadi Lumbung Harapan TNI dan Warga Mantrianom Tanam Jagung Bersama
Mengubah Lahan Tidur Menjadi Lumbung Harapan TNI dan Warga Mantrianom Tanam Jagung Bersama
Banjarnegara - Sebidang lahan yang sebelumnya hanya menjadi hamparan tanah kosong kini mulai menyimpan harapan baru. Di Desa Mantrianom, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, lahan tersebut disulap menjadi lahan produktif melalui gerakan tanam jagung bersama, Kamis (10/9/2026).
Di bawah terik matahari, prajurit TNI, anggota Polri, penyuluh pertanian dan masyarakat berdiri dalam satu barisan. Cangkul diayunkan, tanah dibuka, dan benih jagung mulai ditanam. Tidak ada sekat antara aparat dan warga. Semua bergerak bersama dengan satu tujuan, mengoptimalkan lahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa.
Serma Sagi bersama personel Koramil 10/Bawang Kodim 0704/Banjarnegara di bawah kepemimpinan Lettu Inf Eka Purwanta hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Mereka berkolaborasi dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bawang, jajaran Polsek serta warga Desa Mantrianom.
Bagi TNI, keterlibatan dalam sektor pertanian bukan sekadar membantu proses tanam. Lebih dari itu, kehadiran Babinsa menjadi bagian dari upaya mengawal program ketahanan pangan sekaligus mendorong masyarakat agar mampu memanfaatkan potensi lahan yang ada di wilayahnya.
Lahan kosong dan lahan tidur yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal memiliki peluang besar untuk menjadi sumber pangan dan pendapatan masyarakat. Melalui pengelolaan yang tepat dan pendampingan lintas sektor, lahan tersebut perlahan diubah menjadi ruang produktif yang memberikan nilai ekonomi.
Kegiatan tanam jagung tersebut juga memperlihatkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan pemerintah atau petani semata. Ketahanan pangan membutuhkan kerja bersama, mulai dari aparat kewilayahan, penyuluh pertanian, kepolisian hingga masyarakat sebagai pelaku utama di lapangan.
Lettu Inf Eka Purwanta menegaskan bahwa sinergi dengan masyarakat menjadi kunci dalam mendorong pemanfaatan lahan secara maksimal.
“Dari sebutir benih jagung yang ditanam hari ini, kita sedang merajut kemandirian pangan untuk masa depan. Sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus ketahanan wilayah,” ujarnya.
Semangat gotong royong pun terasa kuat sepanjang kegiatan. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi terlibat langsung sejak persiapan lahan hingga proses penanaman. Sementara penyuluh pertanian memberikan pendampingan agar pengelolaan tanaman dapat dilakukan sesuai dengan teknik budidaya yang baik.
Langkah sederhana di Mantrianom tersebut menjadi gambaran bahwa program besar ketahanan pangan nasional dapat dimulai dari hal yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Dari sebidang lahan yang sebelumnya tidak produktif, tumbuh benih-benih harapan yang kelak diharapkan menghasilkan pangan bagi masyarakat.
Bukan hanya jagung yang ditanam di tanah Mantrianom, tetapi juga semangat kemandirian dan kebersamaan. Ketika TNI, Polri, penyuluh pertanian dan masyarakat berjalan dalam satu langkah, lahan tidur tidak lagi sekadar menjadi tanah kosong, melainkan dapat berubah menjadi lumbung harapan bagi desa.
Dari Mantrianom, semangat mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada pangan terus bersemi. Sebuah ikhtiar yang dimulai dari desa, dari tangan masyarakat, dan dari benih-benih kecil yang ditanam bersama untuk masa depan Banjarnegara yang lebih mandiri.
What's Your Reaction?