Di Usia 85 Tahun Karmudi Tetap Mengayun Cangkul Demi Suksesnya TMMD
Di Usia 85 Tahun Karmudi Tetap Mengayun Cangkul Demi Suksesnya TMMD
Banjarnegara – Usia senja tak menjadi alasan untuk berhenti mengabdi kepada desa. Di tengah semangat gotong royong yang mewarnai pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0704/Banjarnegara, seorang warga lanjut usia mencuri perhatian. Dialah Karmudi (85), warga Dusun Kunir RT 01 RW 09, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, yang tetap bersemangat mengayunkan cangkul demi membantu pekerjaan TMMD, Sabtu (18/07/2026).
Dengan langkah yang tak lagi secepat dulu, Karmudi datang ke lokasi pembangunan sejak pagi. Berbekal cangkul yang telah menemaninya bertahun-tahun, ia membersihkan tanah dan membantu meratakan area di sekitar sasaran fisik TMMD. Peluh membasahi wajahnya, namun senyum tak pernah lepas ketika melihat prajurit TNI dan warga bekerja bersama.
Bagi Karmudi, kehadiran TMMD merupakan kesempatan untuk ikut memberikan sumbangsih bagi kemajuan desa yang telah menjadi tempat tinggalnya selama puluhan tahun. Meski tenaga tak lagi sekuat masa muda, semangatnya tetap menyala.
"Saya mungkin sudah tua, tetapi selama masih bisa bergerak, saya ingin membantu. Jalan ini nanti untuk anak cucu kami juga," ucapnya dengan penuh ketulusan.
Pemandangan itu menjadi inspirasi bagi warga lainnya. Melihat seorang pria berusia 85 tahun masih rela bekerja demi kepentingan bersama, masyarakat yang lebih muda pun semakin termotivasi untuk ikut bergotong royong menyukseskan program TMMD.
Anggota Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0704/Banjarnegara memberikan apresiasi atas semangat yang ditunjukkan Karmudi. Menurut mereka, partisipasi warga lanjut usia tersebut menjadi bukti bahwa TMMD benar-benar telah membangkitkan kepedulian dan rasa memiliki terhadap pembangunan desa.
Program TMMD tahun ini mengusung tema "TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa." Tema tersebut tercermin nyata di Desa Gumelem Kulon. Tidak hanya prajurit TNI dan pemerintah desa yang terlibat, tetapi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak muda hingga para sesepuh desa, ikut ambil bagian sesuai kemampuan masing-masing.
Di lokasi pekerjaan, suasana penuh keakraban begitu terasa. Prajurit TNI sesekali membantu Karmudi ketika medan yang dilalui cukup berat. Sebaliknya, Karmudi tak henti memberikan semangat kepada para personel Satgas dan warga yang bekerja di sekitarnya. Kebersamaan itu menjadi potret kemanunggalan TNI dan rakyat yang menjadi roh utama pelaksanaan TMMD.
Pembangunan yang dilakukan melalui TMMD memang menghadirkan infrastruktur yang lebih baik bagi masyarakat. Namun, nilai yang lebih besar adalah tumbuhnya kembali budaya gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan yang menjadi kekuatan bangsa.
Sosok Karmudi menjadi bukti bahwa pengabdian kepada desa tidak dibatasi oleh usia. Di balik ayunan cangkulnya yang sederhana, tersimpan pesan bahwa membangun negeri adalah tanggung jawab bersama. Dari Dusun Kunir, semangat seorang kakek berusia 85 tahun mengajarkan bahwa cinta kepada kampung halaman dapat diwujudkan melalui kerja nyata, sekecil apa pun tenaga yang dimiliki.(Pendimbna).
What's Your Reaction?