Babinsa dan Warga Pastikan Api Karhutla di Kalilunjar Benar-Benar Padam
Babinsa dan Warga Pastikan Api Karhutla di Kalilunjar Benar-Benar Padam
Banjarnegara - Tiga hari setelah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda Dukuh Pudang RT 02/RW 04, Desa Kalilunjar, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Babinsa Sertu Didit Andriwijayanto kembali turun ke lokasi untuk memastikan kondisi benar-benar aman.
Senin (24/8/2026), Sertu Didit Andriwijayanto, Babinsa Koramil 13/Banjarmangu, bersama Pak Roni selaku Ketua RT setempat dan Pak Dwi selaku Kepala Dusun, melakukan pengecekan ulang di lokasi bekas kebakaran. Mereka menyusuri area yang sebelumnya terdampak api untuk memastikan tidak ada lagi titik bara yang berpotensi kembali menyala.
Pengecekan tersebut menjadi langkah penting mengingat lokasi Karhutla berada di kawasan pereng atau tebing dan cukup jauh dari permukiman warga. Kondisi lahan yang sebelumnya terbakar juga perlu dipantau untuk mengantisipasi munculnya kembali api, terutama apabila masih terdapat bara yang tertinggal di dalam semak atau material kering.
Peristiwa Karhutla terjadi pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB di Dukuh Pudang RT 02/RW 04. Informasi mengenai kebakaran diterima piket pada pukul 18.20 WIB dari Sdr. Dwi S., selaku Kepala Dusun.
Mendapat laporan tersebut, Babinsa Sertu Didit Andriwijayanto segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Koordinasi dilakukan bersama Polsek Banjarmangu dan Pemerintah Desa Kalilunjar guna mengambil langkah penanganan secara cepat.
Bersama masyarakat, Babinsa kemudian melakukan pemadaman sekaligus penyekatan pada area yang terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk menghambat pergerakan api agar tidak merambat ke kawasan lain.
Luas lahan yang terdampak Karhutla diperkirakan mencapai sekitar 5.000 meter persegi. Karena titik kebakaran berada sekitar empat kilometer dari permukiman warga dan terletak di area pereng tebing, petugas juga menyiagakan pemadam kebakaran sebagai langkah antisipasi.
Kini, beberapa hari setelah kejadian, kondisi lokasi kembali diperiksa. Sertu Didit bersama Ketua RT dan Kepala Dusun memastikan tidak terlihat lagi kobaran api maupun titik api yang berpotensi membesar.
Bagi Babinsa, pengecekan tidak berhenti ketika api berhasil dipadamkan. Memastikan lokasi benar-benar aman menjadi bagian dari upaya mencegah kebakaran kembali terjadi.
“Yang paling penting kita pastikan tidak ada lagi titik api atau bara yang masih menyala. Kita juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran,” ujar Sertu Didit saat melakukan pengecekan bersama warga.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menunjukkan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak. Babinsa, pemerintah desa, aparat terkait, serta masyarakat bersama-sama menjadi garda terdepan dalam mencegah api meluas dan menjaga lingkungan tetap aman.
Dari peristiwa di Dukuh Pudang tersebut, kewaspadaan menjadi pelajaran penting. Api yang bermula dari lahan dapat dengan cepat meluas apabila tidak segera ditangani. Karena itu, kepedulian masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan Karhutla.
Api telah padam, namun kewaspadaan tidak boleh padam. Bersama masyarakat, Babinsa terus memastikan lingkungan tetap aman dari ancaman Karhutla.(Pendimbna).
What's Your Reaction?