Pascabencana Longsor Koramil 10 Bawang Kawal Pengairan Irigasi Darurat di Desa Gemuruh

Pascabencana Longsor Koramil 10 Bawang Kawal Pengairan Irigasi Darurat di Desa Gemuruh

Jun 30, 2026 - 08:32
 0  3
Pascabencana Longsor Koramil 10 Bawang Kawal Pengairan Irigasi Darurat di Desa Gemuruh

Banjarnegara - Saluran irigasi utama di Desa Gemuruh, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat bencana tanah longsor yang terjadi beberapa hari lalu. Dampak dari terputusnya aliran air ini langsung mengancam keberlangsungan hidup tanaman padi di kawasan tersebut. Merespons situasi kritis ini, Serma Sagi beserta sejumlah anggota bintara pembina desa (Babinsa) segera diterjunkan ke lokasi untuk melaksanakan pengamanan dan pengawalan intensif terhadap sistem pengairan irigasi darurat.

Aksi sigap personel Babinsa di lapangan tersebut dilakukan di bawah instruksi langsung dan pengawasan ketat dari Komandan Koramil 10 Bawang, Lettu Infanteri Eka Purwanta, serta berkoordinasi penuh dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0704 Banjarnegara. Kehadiran personel TNI di lokasi tidak hanya bertujuan untuk memastikan teknis pengairan berjalan lancar, melainkan juga guna menjaga kondusivitas serta ketertiban di tengah masyarakat selama proses distribusi air berlangsung.

Mengingat keterbatasan debit air yang mampu dialirkan melalui jalur darurat, otoritas desa bersama pihak Koramil menyepakati mekanisme distribusi air secara berkala atau digilir. Sistem giliran ini dirancang untuk mencakup area persawahan yang tersebar di empat wilayah administratif, meliputi Desa Serang, Desa Masaran, Desa Mantrianom, dan Desa Gemuruh sendiri.

Prioritas utama dalam alokasi air ini diarahkan ke lahan-lahan pertanian yang sudah telanjur ditanam padi. Langkah krusial ini diambil demi menyelamatkan investasi tenaga dan modal para petani agar tanaman mereka tidak mati kekeringan dan berujung pada gagal panen total.

Kelancaran program irigasi darurat ini tidak lepas dari dukungan logistik yang memadai. Operasi penyedotan air dari sungai utama tersebut memanfaatkan unit mesin pompa air (Alkon) berkapasitas besar yang disiagakan khusus dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Yogyakarta. Alat berat beserta instalasi pipa penyedot darurat dikerahkan ke tepi aliran sungai guna mendistribusikan air secara kontinu menuju area persawahan warga yang letaknya cukup tinggi.

Secara teknis, para Babinsa bersama masyarakat saling bergotong-royong mengatur bentangan selang air berdiameter besar, memantau kinerja mesin Alkon, hingga memastikan aliran air menjangkau petak-petak sawah berundak yang paling membutuhkan. Seluruh personel Babinsa yang bertugas di lapangan juga dipastikan tertib mengenakan atribut resmi berupa ban lengan merah di lengan sebelah kiri.

Langkah antisipatif dan sinergis yang ditunjukkan oleh jajaran Koramil 10 Bawang, perangkat desa, serta BBWS Serayu Opak Yogyakarta ini merupakan wujud nyata implementasi program kerja TNI Angkatan Darat dalam mengawal ketahanan pangan nasional. Melalui pendampingan melekat di sektor pertanian pascabencana, diharapkan stabilitas pasokan pangan daerah, khususnya di wilayah Kabupaten Banjarnegara, tetap terjaga dengan kokoh

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow