Dandim Nodelismen Hulu Paparkan Perjalanan TMMD Reguler ke-129 di Hadapan Tim Wasev
Banjarnegara - Di balik deretan angka progres pembangunan, tersimpan cerita tentang keringat prajurit dan masyarakat yang setiap hari bergotong royong membangun Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara.
Cerita itu terangkum dalam paparan Dandim 0704/Banjarnegara Letkol Inf Nodelismen Hulu, S.Pd., selaku Dansatgas TMMD Reguler ke-129 TA 2026, di hadapan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev), Selasa (11/08/2026).
Tim tersebut dipimpin Ketua Tim PJO Irut-4/Bin PKBN Itter Itum Itjenad Kolonel Kav. Budiman Ciptadi, S.A.P., M.Han., didampingi Letda Czi Boby Arista, Pama Sterad, serta Tim PKO Kodam, Pamen Ahli Bidang Ilpengtek dan LH Sahli Pangdam IV/Diponegoro Kolonel Inf. Erwin Ekagita Yuana, S.I.P., M.Si.
Dalam suasana penuh perhatian, Dandim memaparkan pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa.”
Paparan tersebut tidak hanya berisi laporan administratif. Di baliknya terdapat gambaran kerja keras Satgas bersama masyarakat dalam menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan.
Salah satu sasaran utama adalah pembangunan rabat beton sepanjang 737 meter dengan lebar 2,5 meter dan tinggi 0,15 meter di Dusun Kunir RT 01/09. Jalan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat karena menjadi akses untuk aktivitas sehari-hari, termasuk pertanian, pendidikan, dan mobilitas warga.
Pengerjaannya dilakukan dengan semangat gotong royong. Prajurit dan masyarakat berbagi tugas. Ada yang mengangkut semen, pasir dan split, mengisi molen, mendorong angkong, memasang bekisting, hingga meratakan beton.
Selain rabat beton, TMMD juga menyasar pembangunan talud, plat beton, Pos Kamling, RTLH, serta berbagai kegiatan nonfisik yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat.Bagi Dandim, keterlibatan warga merupakan bagian penting dari keberhasilan TMMD. Masyarakat bukan hanya penerima manfaat, tetapi menjadi pelaku pembangunan bersama TNI. Semangat tersebut sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.
Melalui kunjungan Wasev, setiap progres dapat dilihat dan dievaluasi secara langsung. Masukan dari Tim Wasev menjadi bahan penting bagi Satgas untuk memastikan pekerjaan selesai sesuai target dan memiliki kualitas yang baik.
Pada akhirnya, paparan Dandim bukan sekadar menyampaikan perkembangan pembangunan. Ia menjadi potret perjalanan sebuah desa yang bergerak bersama. Ada jalan yang dibangun, rumah warga yang diperbaiki, fasilitas desa yang diwujudkan, dan masyarakat yang semakin kompak. Semua itu menjadi bukti bahwa membangun negeri tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar.
Dari Gumelem Kulon, semangat gotong royong menunjukkan bahwa ketika TNI dan rakyat menyatukan langkah, sebuah desa pun mampu menjadi bagian penting dalam membangun negeri. (Pendimbna).
What's Your Reaction?