Babinsa Turun Sawah Bantu Petani Olah Lahan di Gumingsir

Babinsa Turun Sawah Bantu Petani Olah Lahan di Gumingsir

May 21, 2025 - 07:57
 0  64
Babinsa Turun Sawah Bantu Petani Olah Lahan di Gumingsir

Banjarnegara - Pagi itu, mentari baru saja muncul dari balik perbukitan Desa Gumingsir, Kecamatan Wanadadi. Namun, deru mesin traktor sudah terdengar membelah sepi. Di tengah hamparan sawah yang mulai mengering, tampak para petani bersama sejumlah anggota TNI dari Koramil 03/Wanadadi sibuk mengolah tanah yang retak karena kekurangan air,Rabu (21/05/25).

 

Adalah Bapak Tohiron, Ketua Kelompok Tani Margi Mulyo 2, yang lahannya menjadi lokasi pendampingan. Bersama rekan-rekannya, ia berjuang mempertahankan siklus tanam meski sejak Bendungan Clangap jebol, suplai air ke sawah-sawah di wilayahnya sangat terbatas.

 

Kelompok tani yang dipimpinnya beranggotakan sekitar 80 orang dengan total lahan garapan 80 hektare. Namun sejak bencana itu, pola tanam bergeser. Lahan yang biasanya bisa digarap serentak, kini harus menunggu giliran karena irigasi tak lagi mengalir sebagaimana mestinya.

 

Melihat kondisi ini, Kapten Arh Rahmun, Danramil 03/Wanadadi, memerintahkan jajarannya untuk terjun langsung ke sawah. Para Babinsa dikerahkan bukan sekadar mengawasi, tetapi benar-benar memegang cangkul, mengoperasikan traktor, dan mendorong semangat para petani yang mulai letih menghadapi krisis air.

 

“Kami hadir di sini bukan hanya untuk membantu secara fisik, tetapi juga memberikan semangat. Ketika petani terhambat dalam olah lahan, kami ingin menjadi bagian dari solusi. Ini bagian dari tugas kami menjaga ketahanan pangan di tengah situasi sulit,” tutur Kapten Arh Rahmun.

 

Bagi Bapak Tohiron dan para petani lainnya, kehadiran TNI bukan hanya sekadar bantuan tenaga, tapi juga menjadi peneguh harapan. “Babinsa benar-benar membantu kami, apalagi kondisi sekarang tidak mudah. Tapi kami juga sangat berharap, pemerintah segera memperbaiki bendungan agar irigasi bisa normal kembali,” katanya dengan mata berbinar.

 

Traktor yang digunakan bekerja keras menggemburkan tanah yang kering kerontang. Meski tidak mudah, namun semangat gotong royong antara petani dan TNI membuat pekerjaan terasa lebih ringan.

 

Kegiatan ini menjadi potret nyata bahwa sinergi antara TNI dan rakyat tetap menjadi kekuatan utama di tengah segala keterbatasan. Meski alam sedang tidak bersahabat, semangat untuk terus menanam demi ketersediaan pangan tidak pernah padam.

 

“Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab petani, tapi tanggung jawab kita semua. Dan selama masih ada rakyat yang berjuang di sawah, TNI akan selalu siap mendampingi,” pungkas Danramil.(Pendimbna).

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow