Babinsa Serka Supriyanto Dampingi Petani dan Berikan Penjelasan Pencampuran Herbisida yang Tepat
Babinsa Serka Supriyanto Dampingi Petani dan Berikan Penjelasan Pencampuran Herbisida yang Tepat
BANJARNEGARA — Dalam rangka mewujudkan dan menyukseskan program swasembada serta ketahanan pangan nasional, aparat komando kewilayahan terus aktif mendampingi para petani di wilayah binaan. Seperti yang dilakukan oleh Serka Supriyanto, anggota Koramil 10/Bawang di bawah kepemimpinan Danramil Lettu Infanteri Eka Purwanta, yang tergabung dalam jajaran Kodim 0704/Banjarnegara Korem 071/Wijayakusuma.
Kehadiran Babinsa di tengah-tengah petani bukan sekadar mendampingi proses bercocok tanam, melainkan juga memberikan edukasi teknis pertanian yang aplikatif. Di lahan pertanian yang berada di wilayah Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Serka Supriyanto tampak aktif turun langsung memberikan penjelasan kepada para petani mengenai tata cara dan takaran pencampuran herbisida (obat pembasmi rumput/gulma) yang tepat.
Langkah pendampingan ini dinilai sangat krusial. Penggunaan herbisida yang tidak sesuai takaran atau keliru dalam teknik pencampurannya dikhawatirkan dapat merusak struktur tanah, mengganggu pertumbuhan tanaman utama, hingga memicu kegagalan panen. Oleh karena itu, edukasi langsung dari Babinsa membantu para petani agar lebih bijak dan efektif dalam mengendalikan gulma tanpa merusak ekosistem lahan pertanian.
"Pendampingan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI AD terhadap kesejahteraan para petani. Dengan memberikan pemahaman mengenai pencampuran herbisida yang tepat dan sesuai dosis, kita harapkan pertumbuhan tanaman bisa lebih optimal, hasil panen meningkat, dan pada akhirnya bermuara pada penguatan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan," ujar Serka Supriyanto di sela-sela kegiatannya.
Para petani menyambut baik dan merasa terbantu dengan kehadiran serta bimbingan yang diberikan oleh anggota Koramil 10/Bawang tersebut. Sinergi yang terjalin erat antara TNI dan masyarakat tani ini diharapkan terus terjaga, sehingga mampu memotivasi para petani untuk terus berproduksi secara maksimal demi kemandirian pangan di daerah maupun tingkat nasional.
What's Your Reaction?